
Paranormal Berkedok Agama
Ditulis 20 December 2006 di Coretan Tabuh 18:56 → Aya 5 Bloger nu komen
Pernah denger perguruan Mahesa Kurung ga? yg bulan april lalu sama MUI di kasih fatwa bahwa perguruan silat tersebut termasuk ajaran sesat tapi mereka malah mengugat MUI … ah manusia jaman sekarang mah dah pada edan kale yah … kalo menurutku seh hal-hal yg berbau ghaib n mistik trus di ajarkan sama orang-orang awam palagi dengan berkedok agama, hanyalah orang GOBLOK. mau bukti? di Mahesa Kurung di ajarkan membaca Al-Quran … di Al-Quran apa mereka ga baca firman Allah dalam surat Al-Jin ayat 26-27 :
“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihat-kan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridlai-Nya.”
atau mereka mang sudah menganggap diri sebagai rasul? otomatis mereka menolaknya kalo disebut rasul dengan alasan dalil-dalil mereka sendiri … bleh pa pula itu atau biasana mereka beralibi “Kalo Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi” Kalo udah ngomong seperti itu mah buat apa Allah berfirman di Al-Quran coba? yg pasti … buat diriku pribadi itu hanya siasat setan belaka buat menjerumuskan manusia ke lobang hitam … halah-halah paan coba lubang hitam … enak juga lobang ***** (sensor bos)
Lanjut lagi … tentang Paranormal Berkedok Agama. Coba lihat deh di TV-TV kita sekarang, sedikit-sedikit paranormal muncul kalo ada kejadian yg sedikit mengganjal … like Ki Joko Bodo (artina: Si Joko emang Bodoh buat nampilin kesaktianna di depan camera hanya untuk promosi biar pasieanna tambah banyak yg dah pasti berujung ke uang toh!!). Yang gitu kok paranormal, dah tau dukun kok paranormal … para ga normal iyah (sewot deh ah)
Pada dasarnya Paranormal adalah dukun. Mereka tidak mau disebut dukun karena perkataan dukun tidak akan laku untuk dijual dikalangan masyarakat Indonesia karena imej dari perkataan tersebut sangatlah tidak intelektual. Oleh sebab itu banyak dari kalangan dukun memilih tempat-tempat praktek di perhotelan, mendirikan tempat-tempat pesantren, melakukan seminar-seminar ilmiah, memiliki perkantoran dan lain-lain dengan maksud merubah pandangan masyarakat mengenai imej dari praktek perdukunan tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan meminjam ajaran-ajaran berbagai agama sebagai senjata untuk mengalihkan perhatian masyarakat tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk memberikan titel pada nama mereka seperti: abi, ustad, romo, kyai atau bahkan dengan gelar-gelar intelek palsu seperti MBA, Ir, MA, BA, SE, dan lain-lain.
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan syihir). Mereka mengajarkan syihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kalian kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnyaa mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya diakhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al Baqoroh: 102)
Perlu diingat bahwa semua agama TIDAK pernah mengajarkan Ilmu terawangan, Ilmu melihat masa depan, Ilmu menghilang, ilmu terbang dimana anda bisa keluar kota dalam beberapa detik (anda lebih sakti dari nabi?), ilmu kebal, ilmu menagih hutang, masuk ke alam ghaib, menarik benda dari alam ghaib, ilmu ramalan dan terlebih lagi Ilmu Kaya raya … (entut ah)
“Barang siapa menggantungkan jimat penangkal pada tubuhnya, maka Allah tidak akan menyempurnakan kehendaknya.” (Riwayat Abu Daud)
“Ibnu Mas’ud berkata: Aku dengar dari Rasulullah bersabda: mantera-mantera, tangkal dan guna-guna adalah syrik” (Riwayat Ahmad dan Abu Daud)
Cukup bodoh kan alias GOBLOK kalo mereka mengatasnamakan agama dan mengajarkan ngaji dengan di selingi mengajarkan ilmu kebal atau ilmu apalah yg mereka ajarkan pada muridnya. Pedahal dah tertera dalam Al-Quran itu sendiri tentang firman-firman Allah … atau mereka cuman belajar ngaji doank tanpa tau artinya? DASAR GOBLOK kok mau nya dibohongi ma orang yang mengakui diri sakti or ustad … DASAR BODOH!!!!
5 urang nu ngomen 
ngeBlog dapat menyebabkan rasa ngantuk. Jangan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin setelah komentar diblog ini.


dedi
on December 22nd, 2006hiihihi…kapan ari lu pake ngerayu cewe pake ngeramal tangannya…pegang pegang telapak tangan pula…brati elu termasuk bodo’ pula ya sof ?? :p huakaakakka
Waler
novie
on December 25th, 2006Iyah setuju ama kak arai…uww..vie paling sebel ama sinetron2 yg berbau mistis tp dicampuradukkan ama agama..tp emang byk salah kaprah kek gitu sih..gmn lg dong yah…hihihi
Waler
Cep_Buana
on December 31st, 2006euleuh2 tepung didieu sareng kang arai ning hehhehe muahh sono euy. meni somse ari ol teh :(
heheh
Waler
a
on April 19th, 2008[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
[Comment ID #473 Will Be Quoted Here]
Waler
a
on April 19th, 2008woooiii bagiii orangg goblok yang ga percayaaa m halll ghoibb mendingan lohh buruuu buruu mati ajah biar lo percayaaa………………
Waler