Patutkah Yesus disebut Tuhan

Ditulis 12 March 2006 di Coretan Tabuh 19:28 → Aya 8 Bloger nu komen

YESUS ADALAH “TUHAN”?:
Tidak berkuasa
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri Ku sendiri, …” (Injil – Yohanes 5: 30).
Dia Tidak Mempunyai Pengetahuan Tentang Hari Kemudian:
“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Injil – Markus 13: 32).
Dia Tidak Mengenal Musim:
“Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja; sebab memang bukan musim buah Ara.” (Injil – Markus 11: 13).
Yesus Sebagai “Tuhan” Yang Haus?
“… (Yesus) berkata, ‘Aku haus’ “(Injil – Yohanes 19: 2Cool.
Yesus Sebagai “Tuhan” Yang Menangis?
“Menangislah Yesus” (Injil – Yohanes 11: 35).

Bayangkan “Tuhan” Dicoba oleh Iblis (?)
“… Ia (Yesus) tinggal 40 hari lamanya, dicoba oleh iblis …” (Injil – Markus 1: 13).

YESUS :
Kedatangan Yesus Yang Kedua Tidak pernah Terwujud:
“Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia (menunjuk kepada dirinya sendiri) sudah datang.” (Injil – Matius 10: 23).

Murid-murid Yesus melarikan diri dan mereka menghilang, dan telah binasa selama 2000 tahun, dengan tidak ada tanda-tanda kembalinya Yesus.

Yesus Berbicara Menggunakan Perumpamaan kepada Orang Yang Belum Dikenal:
“… segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun mereka melihat, mereka tidak menangkap; sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti; supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” (Injil – Markus 4: 11-12).

Dasar Keimanan Yesus Adalah Rasa Benci:
“Jikalau seseorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Injil – Lukas 26).
Kontradiksi Petrus dan Yesus Dalam Hal Yesus Sebagai “Satu-satunya Jalan”:
“Kata Yesus kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’. “(Injil – Yohanes 14: 6).
Bertentangan dengan:
“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya, ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia (Allah) dan yang mengamalkan kebenaran, diterima oleh-Nya (Allah).” (Injil – Kisah Para Rasul 10: 34-35).

YESUS SEORANG RASIS: Hanya diutus untuk bangsa Yahudi
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”
“Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil – Matius 10: 5-6)
“Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”
“Kemudian perempuan itu (perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’.”
“Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil-Matius 15:24-26)

TRINITAS: Berdasarkan kepercayaan Athanasian:
“Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan Tuhan bukanlah tiga melainkan hanya ada satu Tuhan.”
Dalam Trinitas suci ini: “Ketiga wujud tersebut adalah Co-equal dan Co-eternal: semuanya tidak diciptakan dan Maha Kuasa.” (Ensiklopedi Katholik)

Sehingga trinitas dinyatakan menjadi: “satu Tuhan dalam tiga wujud.” Hanya ada satu ayat dalam kitab suci yang dinamakan Injil tersebut yang dengan jelas mendukung dogma Kristen ini, yaitu:
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah sa-tu.” (Injil – 1 Yohanes 5: 7).
Dr. C.I. Scofield, D.D. dengan didukung oleh delapan orang D.D. (Doktor Ilmu Teologi) lainnya memberikan opini dalam bentuk catatan kaki tentang ayat ini: “Secara umum disetujui bahwa ayat ini telah disisipi dan bukanlah naskah yang sah.” Para fundamentalis Kristen masih mempertahankan tulisan ini, padahal semua terjemahan modern termasuk versi standar yang telah direvisi (Revised Standard Version = RSV) telah menghilangkan kecurangan ini, sehingga menegaskan pembuktian kesalahan yang dinyatakan di dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga; padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang dikatakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Qur’an – Al Maidah (5): 73).

8 urang nu ngomen

  1. sek bebas
    on July 5th, 2006
    1

    jit bolong yang bau,
    Ada baiknya kamu jangan mengusik iman kepercayaan orang lain.
    Pertebalkanlah imanmu sendiri. Karena semakin kamu beriman kamu akan menikmati indahnya hidup dalam perbedaan.

    Waler

  2. Arai
    on July 5th, 2006
    2

    hehe … apakah aku mengusik kepercayaan orang lain gitu? perasaan dengan gini aku mempertebal iman diri sendiri deh … tapi maaf kalo om agak terusik dengan postinganku … di atas paling kiri dah jelas kan

    “This blog is Just a Glance of My Life.”

    Setiap orang mempunyai pandangan berbeda? … seperti halnya anda menuliskan nama anda dengan “sek bebas” pasti punya arti tersendiri menurut anda kan? begitupun saya om … hehe

    BTW thx dah mampir and kalo bisa mampir sesering mungkin …. alah? :p~

    GBU

    Waler

  3. Abdi
    on July 5th, 2006
    3

    Justru bagus berarti ada pembelajaran, selama pembelajaran itu tidak merugikan orang lain, pun kalau ada yg merugikan dari sisi mana, than diskusilah dengan kepala dingin dengan merefleksikan keagungannya keyakinannya masing masing. jangan kaya Om Harto dulu ngomongin agama diharamkan, padahal justru dengan mengetahui dan mengerti agama orang lain, kita menjadi semakin mempertebal iman. Juga gak’lah diskusi dengan pake acara hujat2xan dan cela celaan, bukannya dnegan melakukan hal itu kita malah membuka aib sendiri??
    Perbedaan akan semakin Indah kalau kita tau apa perbedaanya itu sendiri.

    Salam

    Waler

  4. Permisi
    on May 14th, 2008
    4

    Maaf saya awam dalam soal agama (apapun). Saya punya pertanyaan mendasar dan mohon pencerahan dari para pakar di sini :
    1. Benarkah bahwa Yesus akan kembali pada hari kiamat nanti karena hanya Yesus lah satu-satunya utusan Tuhan yang ‘bermasalah’ akibat umatnya menjadikan dia sebagai ‘Tuhan’ sehingga harus turun langsung ke bumi untuk meluruskan “ajaran asli”nya dan menghakimi para ‘umatnya’ yg telah menyelewengkan ajarannya? (sementara nabi/ rasul/utusan Tuhan yang lain pada jamannya masing-masing, sejak Adam s/d Muhamad hanya sebagai ‘mediator’ dan pembawa wahyu Tuhan saja alias tidak dikultuskan sebagai Tuhan oleh umatnya). So, klaim bahwa Yesus akan menjadi hakim bagi “semua manusia” pada kiamat nanti menjadi tidak valid?
    2. Yesus pernah bilang, kalau tidak salah “akulah jalan yang lurus” dan satu-satunya penghubung kepada Tuhan, tiada penghubung yang lain. Apakah setiap nabi/rasul/utusan pada jamannya masing-masing mengklaim hal yang sama, karena “calon umat”nya SAAT ITU (dalam kerangka ruang dan waktu masing-masing) banyak yang keblinger, memuja sesembahan-sesembahan yg lain selain Tuhan para nabi/rasul?

    Thanks atas pencerahannya

    Waler

  5. Ciamik
    on May 14th, 2008
    5

    “Maka kepadamu lah ia ditunjuk, supaya diketahui oleh-mu Tuhan itulah Allah, tiada yang lain kecuali Dia”. (Ulangan 4 ayat 35)

    “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang ada di langit diatas dan di bumi dibawah, tidak ada yang lain”. (Ulangan 4 ayat 39)

    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mereka mengenal Engkau, satu-satu nya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”. (Yohanes 17 : 3).

    Markus 10:18 “Mengapa engkau mengatakan Aku baik?” tanya Yesus. “Tidak ada yang baik, selain Allah sendiri.

    Bilangan 23:19 Allah tidak seperti manusia yang gampang menyesal dan suka berdusta. Bila Allah berjanji, pasti Ia tepati! Bila Ia berbicara, tentu akan terlaksana!
    Markus 10:18 “Mengapa engkau mengatakan Aku baik?” tanya Yesus. “Tidak ada yang baik, selain Allah sendiri.

    Waler

  6. busyairi
    on January 21st, 2009
    6

    postingnya menarik mas, butuh logika berfikir yang jernih memang dalam menyikapi hal semacam ini, tetapi saya hanya kasih koment ini ya :)
    selanjutnya, ada “PR” yang mesti saya lanjutin ke mas tuh di blog saya, silakan di ambil(kalau mau), kalau ngak ma ya ra opo2..:D

    busyairi ’s last blog post..BlogAward:”Suplemen Penyemangat Ngeblog”

    Waler

  7. amat
    on June 8th, 2009
    7

    Aku juga orang awam yang ingin memperdalam imanku. tapi gak salah kan kalau orang awam juga ikut rembug ? Sebagaimana kita ketahui, bahwa Yesus itu 100 % manusia dan 100 % Tuhan yang berinkarnasi. Sebagai manusia, ia pernah mengalami haus, lapar, menangis, sedih,ngantuk, sakit dan juga sebagai manusia Yesus juga mempraktekkan, bagaimana seharusnya manusia hidup dan berserah diri kepada Tuhan yang Esa. Hal ini membuat kita kadang-kadang kurang jeli melihat, bahwa bila-bila Yesus memainkan perannya 100 % ujud manusia dan bilamana Ujud 100 % Tuhan. Sebagai manusia, ia juga dicobai, baik oleh manusia maupun oleh kuasa iblis, dan ternyata Yesus lulus sebagai manusia yang tanpa cela, aib dan dosa. Sebagai Tuhan, Yesus adalah Alpa dan Omega, Yesus adalah Roh Tuhan, Yesus dapat mencipta, dapat berbuat mukjijat, Yesus berkuasa di dunia maupun di akherat, Yesus adalah hakim yang menghakimi manusia dan yang menentukan sesiapa yang boleh dan tak boleh masuk surga. Yesus juga berani sesumbar, bahwa Aku adalah jalan kebenaran dan hidup. tanpa melalui Aku tidak satu orangpun manusia bisa sampai ke Bapa. dan Kuasa ini, hanya Yesus saja yang punya sedangkan Nabi atau rasul yang manapun tak punya kuasa seperti yang Yesus punya. Dan ini menurut pendalaman aku. Oh ya khusus bagi umat kristiani, tidak ada kewajiban kita, secara rohani untuk percaya pada kitab-kitab dan nabi-nabi lain selain yang ada didalam Taurat, Zabur dan Injil. Sebagai manusia yang hidup saat ini, secara sosio politis, tak salahnya kita memberikan toleransi untuk sekedar mengetahui, dalam rangka kedamaian hidup di dunia, dan juga menerapkan karunia kasih dari Yesus

    Waler

  8. zxc
    on July 13th, 2009
    8

    pantaskah orang yang punya nafsu sex/zinah tinggi menjadi nabi termulia?

    Waler

P E R H A T I A N
ngeBlog dapat menyebabkan rasa ngantuk. Jangan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin setelah komentar diblog ini.





CommentLuv badge