
Yahudi?
Ditulis 23 Juli 2006 di Coretan Tabuh 20:04 → Aya 23 Bloger nu komen
- Dalam Kitab Talmud Yerusalem halaman 94 disebutkan : “Air mani yang darinya tercipta bangsa-bangsa lain yang berada diluar agama yahudi adalah air mani kuda”
- Dalam Midrash Talpioth (Vol 225d) dijelaskan bahwa kaum non Yahudi adalah hanya berbeda bentuk dengan binatang.
- Kitab Zohar (I,131a) “sejak adanya mereka, maka dari itu, semua manusia non Yahudi mengotori alam, karena roh mereka lahir dari bagian yang najis”
- Sanhendrin (74b) Tosepoth berbunyi : “Hubungan seksual orang Goim (orang non Yahudi) adalah seperti hubungan seksual binatang”.
- Talmud, Kitab 6 Bab 8 butir ke 9 : “Sesungguhnya Talmud mewajibkan atas setiap orang yahudi untuk melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan berdoa agar membasmi dan menghancurkan raja-raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan kepada orang Yahudi untuk merampas harta mereka dengan cara apapun”.
Menurut isu … isu lho ya katanya “Bangsa Yahudi mempunyai rencana besar untuk menguasai seluruh umat manusia dimuka bumi, kemudian membuat mereka bertindak secara sadar atau tidak sadar menjadi pelayan Yahudi yang derajatnya dianggap sama dengan binatang.”
Banyak strategi yang dilancarkan oleh kaum Yahudi yang berkedok Kemanusiaan, Dialog Lintas Agama, Hak Asasi Manusia, Bea Siswa, Penyebar luasan simbol Yahudi dll, yang semuanya merupakan tak-tik belaka untuk meraih tujuan akhir mereka. Strategi penyebarluasan simbol Yahudi di masyarakat kita ternyata sudah dalam tahap yang memprihatinkan. Simbol Yahudi tanpa sadar telah di gunakan pada aksesories, kaos, cover kaset dll. Kita sudah mengetahui bahwa sebuah simbol / gambar bisa berarti lebih dari seribu kata kata.
Kebencian Yahudi terhadap semua bangsa selainnya membuat mereka menganggap bangsa bangsa lain itu tidak pantas menyandang gelar “manusia”.
Kebencian Yahudi terhadap semua bangsa selainnya membuat mereka menganggap bangsa bangsa lain itu tidak pantas menyandang gelar “manusia”.
Prioritas utama kebencian orang Yahudi adalah orang Kristen karenanya adanya dendam kesumat antara keduanya yang bersumber dari dasar-dasar kedua agama tersebut. Namun jika mereka kesulitan mendapatkan darah orang Kristen (untuk ritual mereka), maka darah orang Islam pun bisa dijadikan gantinya.
Orang Yahudi biasa mengajari anak mereka sedari kecil untuk mengucapkan cacian jika melewati gereja, Yaitu: “sakis nadanisid bayadan nadi binikhi sharabrim ila yim” artinya kira-kira : “jadilah ini daerah haram tempat kotor untuk dua kotoran, dan tempat keji bagi orang?orang keji dan najis”.
Gimana dengan sebagian wilayah negara kita yg mewajibkan semua wanita harus memakai jilbab dan di sahkannya RU APP yang menguntungkan suatu agama / golongan tertentu?
Apa karena mayoritas maka mereka yg berhak? trus gimana dengan nasib yg minoritas? apa mereka gak punya hak?
Tulisan diatas bukan dibuat atas dasar kebencian atau kedengkian atau bermaksud mengadu domba. Melainkan atas dasar fakta.
NB : Buat orang yg selalu membanggakan agama / kelompok tertentu … please deh … I’am not Atheis
Aya 23 Bloger nu komen | Permalink

Atheis dan Ahli Agama
Ditulis 14 Juli 2006 di Coretan Tabuh 13:00 → Aya 10 Bloger nu komen
Seorang Atheis bertanya kepada seorang Ahli agama …
“Apakah anda pernah melihat Tuhan?”
Si ahli agama menjawab :
“Maha suci Tuhanku, Dia tidak bisa dicapai oleh penglihatan”
Si Atheis bertanya lagi :
“Apakah anda pernah menyentuh, mencium, mendengarkan atau mencicipinya?”
kata si ahli agama :
“Maha suci Tuhanku, dia tidak sama dengan sesuatu apapun. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
si Atheis terus mencecernya,
“Kalo anda tidak pernah melihat, tidak pernah mendengar suaranya dan tidak pernah meraba zatnya, lalu darimana anda bisa membuktikan keberadaanya?”
si Ahli agama mulai kesel dengan pertanyaan orang atheis itu. Ia tidak menjawab pertanyaan tersebut, tetapi justru balik bertanya,
“Hai saudara, apakah anda pernah melihat akalmu?”
“Tidak,” jawab atheis itu.
“Pernahkah anda mendengar suara akalmu?”
“Tidak,” jawab orang atheis itu lagi.
“juga, pernahkah anda meraba akalmu?”
Orang atheis itu kembali menjawab sambil menggeleng,
“Tidak.”
Akhirnya si ahli agama sampai pada pertanyaan,
“Apakah anda seorang akil (sehat akal) atau seorang sinting (kurang waras)?”
“Tentu seorang akil!” jawab seorang atheis itu tegas.
“apakah anda mempunya akal?”
“Tentu ada!” Jawab sang atheis itu agak sewot.
Si ahli agama menegaskan kembali,
“Apalagi Tuhan, tentu wajib ada-Nya meskipun indera kita tidak mampu menjangkau-Nya!”
Aya 10 Bloger nu komen | Permalink

No More
Ditulis 13 Juli 2006 di Gak Penting Tabuh 09:30 → Aya 5 Bloger nu komen
Hey baby can?t you see,
this is what u did to me
I?m so far from joy;
I don?t want to be your toy
My heart keeps telling me,
I should be with you
no more I want to get out,
from this misery,
don?t know what to do
Everyday I spent my time with you.
So depressed
Having all regrets.
The more I see your face
Just can?t take it any more.
I love to stay away
From your over sense of self
Driving on the highway
Seeking means from time to time
Some might, say,
bizarre is what you are.
But I believe time can change it all.
You?re just a simple girl with a special kind of life.
Unsure of everything.
Going nowhere with Your mind
Aya 5 Bloger nu komen | Permalink
The human mind treats a new idea the way the body treats a strange protein; it rejects it.

