
Satu Kata Berkah
Ditulis 18 October 2011 di Coretan Tabuh 19:24 → Aya 3 Bloger nu komen
SATU KATA yang keras dan kasar dapat membuat kuntum kebencian
SATU KATA yang dilontarkan tanpa kontrol diri dpt membuat kekacauan
SATU KATA yangg tidak sopan dan tidak ramah, dapat membuat cinta menjadi hambar
SATU KATA maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi orang yang mendengarnya
SATU KATA lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi kita
SATU KATA pujian dapat memberi semangat bagi kita yang mendengarnya
SATU KATA itu bisa menjadi kutuk dan bisa menjadi berkah (bagi kita dan org lain)
Renungkan kata yang kita ucapkan hari ini … Agar selalu ada SATU KATA BERKAH buat kita semua
Aya 3 Bloger nu komen | Permalink

Sentilan di pagi hari
Ditulis 26 September 2011 di Gak Penting Tabuh 07:43 → Aya 3 Bloger nu komen
Mata sepet dipagi hari gini malah dapet sentilan yg ‘mungkin’ menggugah hati sementara dari apdet status di pesbukku sendiri … 40 menit yg lalu aku apdet “ada yg mengukur hidup mereka dari hari dan tahun … yg lain dengan denyut jantung, gairah dan air mata” dan barusan saja sekitar 5 menit yg lalu baca blognya temen lama yg seminggu lalu ternyata ulang tahun … Oh Tuhan jangankan untuk mengingat ulang tahun orang laen ato orang² terdekat, untuk mengingat sekarang hari apa aja rasanya sudah tidak mampu
…
Eits balik lagi ke blog temen lama tadi dan sangkut pautnya sama apdet status di pesbukku yg dipagi hari ini menyentil adalah BERSYUKUR … yah … yah … sekali lagi aku lupa untuk bersyukur dengan apa yg terjadi hari ini, kemaren, lusa dan masa lalu … harusnya aku banyak bersyukur, bersyukur untuk dipagi hari ini perut keroncongan, persediaan makanan udah kosong dan bukan menipis lagi
Walah aku ini nulis blog paan coba … gini ini efeknya mata sepet, perut keroncongan dan tanggal tua
Selamat pagi sobat … semoga hari ini awal dari kebaikan dalam hidup kalian, amien.
NB : akhirnya aku ingat hari apa ini dan harus apdet status monday morning …. feel like shit
Aya 3 Bloger nu komen | Permalink

Terlalu Banyak Dosa
Ditulis 17 August 2011 di Coretan, Curhatan, Gak Penting Tabuh 17:17 → Aya 7 Bloger nu komen
Kalo saja ada Bank Dosa dan aku ikut menabung di dalamnya mungkin aku sudah dapet reward teratas atau kalaupun beneran Neraka itu ada aku bakalan jadi penghuni terlama dan pertama yang akan masuk kesana saking terlalu banyaknya dosa di masa lalu
Tapi sebagai ciptaan Tuhan yang mengenal Dosa dan Mohon Ampunan aku rasa wajar kalo aku ikut andil untuk meminta ampun dari segala dosa masa lalu, untuk meminta maaf sama orang-orang yg pernah aku sakiti baik perasaanya maupun fisiknya dan yg merasa sudah aku rusak hidupnya
Momen puasa ini sengaja aku ambil buat menghaturkan permintaan maaf yg sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya atas kesalah-kesalahanku … apapun syaratnya untuk mendapatkan maaf, jangankan raga … jiwapun saya siap serahkan … asal jangan materi aja dolo soalnya lagi kere menahun
tapi ternyata momen puasa yg seharusnya menahan amarah, emosi atau nafsu masih tetap saja tidak memberi jalan untuk menebus dosa-dosaku di masa lalu, permintaan maafku masih tetep ‘najis’ di hadapan orang-orang yg pernah aku lukai
Terlalu banyak dosa yg aku perbuat sampe-sampe jalan menebus dosapun terhambat … aku hanya pingin menebus dosa-dosaku di masa lalu … apa itu salah?
Diam bukan berarti aku mengindar atau menjauh tapi diamku untuk berpikir dan merenungi segalanya … Mungkin aku terlihat tidak mampu tapi aku punya usaha dan tekad, kapan itu terlaksana itu tergantung dengan garis hidupku sendiri
Yakin dan tidak yakin terhadap seseorang itu adalah hak masing-masing … aku tidak akan membela karena di anggap tidak mampu atau tidak meyakinkan … aku hanya butuh support buat meyakinkan menjadi ‘mampu’
Aya 7 Bloger nu komen | Permalink

Paanggang
Ditulis 13 July 2011 di Coretan Tabuh 13:09 → Aya 11 Bloger nu komen
Paanggang, dalam bahasa sunda artinya berjauhan atau berasa jauh… semingguan ini kata² itu selalu menghantui dalam pikiran, sampai² sempat aku utarakan pada seseorang kata itu tanpa menyebutkan artinya, bahkan aku minta suruh nyari arti kata “paanggang”
Ternyata kata dalam istilah bahasa sunda yg udah lama aku gak ingat bahkan baru ingat kembali seminggu ini sebuah pertanda, yah pertanda seperti di bukunya Paulo Coelho yang berjudul Sang Alkemis “mengajarkan kita tentang kearifan universal tentang bagaimana kita mendengarkan hati kita, membaca tanda yang bertebaran di sepanjang hidup manusia”
Yang aku sadari dari ‘pertanda‘ ini adalah dari diriku sendiri, yang semakin hari semakin membosankan dan garing, bisa juga dibilang faktor ‘U’
… sebagian orang menganggapnya aku mungkin mengindar dari sesuatu atau menghilang dari peredaran (sok terkenal), tidak … tidak sama sekali aku menghilang atau menghindar, aku malah banyak dan bahkan sering memperhatikan sebagian orang yg aku anggap ‘paling dekat’ karena aku sangat sayang dengan mereka … yah, bisanya hanya memperhatikan tanpa bisa berbuat apapun atau berkata apapun … hanya sibuk mencari hiburan diri sendiri dalam dunia maya untuk melampiaskan semua ‘amarah‘, ‘uneg-uneg‘ dan ‘kejenuhan‘ dalam hati … dalam dunia nyata aku hanya bercerita dengan ‘tembok‘ dan si Sam.
Ini salah … aku tau ini salah … hanya pengen berusaha jadi orang yang tidak terlalu banyak ‘mengeluh‘ baik itu dalam pekerjaan, penghasilan dan kehidupan di perantauan
manjang heman najan paanggang … geugeut najan teu deukeut
Aya 11 Bloger nu komen | Permalink
The human mind treats a new idea the way the body treats a strange protein; it rejects it.

